Huah... kompieku diinstalin Win2000, terus aku instal2in lagi deh yang diperlukan. Yg SANGAT-SANGAT diperlukan malah ga ada! Driver printernya! driver printer (installer) yg ada di kompieku itu driver utk 98(!)
Sial benerrr... jadi ga bisa ngeprint surat penawaran deh! save di disket, trus disketnya dimasukin ke kompie Bu Iis biar diprint pake printernya. (repot amat? Yey emang belum dipasang Jaringannya kok).
Jadi aku utak-atik kompie, baca buku "Subject: Re:" sampe habis, terusin terjemahan, terus pulang naik bluebird (pengennya Aparration sih.... tapi selain blm punya ijin, di situ banyak muggle).
Mengenai buku Subject: Re:, wah... gila deh... masing2 Nina dan Yudha tuh kosong sekali, pencarian dirinya sebagai manusia yg utuh tidak tercapai. tanpa ada rasa cinta terhadap diri sendiri dan terhadap orang lain, mereka berdua, walaupun dicintai oleh pasangan masing2, membutuhkan cinta lbh besar drpd yg sdh ada. dan ketika mereka mencoba bersatu, dengan anggapan mereka saling memahami dan membutuhkan, hasilnya 0+0 = 0, kekosongan arti hidup makin terasa tuh.
Ada beberapa bagian yang aku rasain sama dengan keadaanku sekarang ini, tapi aku belajar utk tidak memikirkannya. Aku belajar untuk flowing like a river. Aku belajar untuk melayang-layang seperti daun yg jatuh kemudian ditiup angin. Sedangkan mereka tidak pernah mempelajarinya. Hanya tenggelam dan makin tengelam seperti batu yang dilempar ke laut. Mereka membiarkan dirinya ditelan ketidakbahagian begitu saja, begitu lama, hingga lupa caranya meraih dengan benar.
Mereka mentertawakan diri dengan cara yg sinis sekali. Pesimistik! Sedangkan Aku? I am blessed with the ability to laugh at myself, to be exact, to laugh at mistakes that were made by myself. So I can go on... leaving the problem behind. is that called Optimistic? I dont think I am a Optimistic nor a Pesimistic either. I am standing Right in the middle of it.
I am blessed with the ability to cry. Whenever it reaches the line, I simply cry, cry and cry... untill the weigh on my shoulder's gone. I let them go, so I can go on living and laugh again.
tapi Mereka? Nina dan Yudha lebih memilih tidak melepaskan ketidakbahagiaan itu dengan cara memendamnya begitu dalam. Tanpa disadari, kekosongan itu mencapai tingkat Kronis hingga mereka terpenjara oleh hal yg mereka buat sendiri (ketidakbahagian itu).
To Me, They have never find themselves, Ga kenal dirinya sendiri. Seperti lagu "Never been to me", sepotong liriknya : "I have been to Paradise, BUT I have never been to me".
Poor them!
Ps. Dagungsta, who are you? aku udah ngeklik, liat profilemu, tapi You hide it...
to Meta, silakan klik gambarnya, otomatis akan mucul webnya.
To Viga, kode tangan ya? alfabet jari tuh..
Sial benerrr... jadi ga bisa ngeprint surat penawaran deh! save di disket, trus disketnya dimasukin ke kompie Bu Iis biar diprint pake printernya. (repot amat? Yey emang belum dipasang Jaringannya kok).
Jadi aku utak-atik kompie, baca buku "Subject: Re:" sampe habis, terusin terjemahan, terus pulang naik bluebird (pengennya Aparration sih.... tapi selain blm punya ijin, di situ banyak muggle).
Mengenai buku Subject: Re:, wah... gila deh... masing2 Nina dan Yudha tuh kosong sekali, pencarian dirinya sebagai manusia yg utuh tidak tercapai. tanpa ada rasa cinta terhadap diri sendiri dan terhadap orang lain, mereka berdua, walaupun dicintai oleh pasangan masing2, membutuhkan cinta lbh besar drpd yg sdh ada. dan ketika mereka mencoba bersatu, dengan anggapan mereka saling memahami dan membutuhkan, hasilnya 0+0 = 0, kekosongan arti hidup makin terasa tuh.
Ada beberapa bagian yang aku rasain sama dengan keadaanku sekarang ini, tapi aku belajar utk tidak memikirkannya. Aku belajar untuk flowing like a river. Aku belajar untuk melayang-layang seperti daun yg jatuh kemudian ditiup angin. Sedangkan mereka tidak pernah mempelajarinya. Hanya tenggelam dan makin tengelam seperti batu yang dilempar ke laut. Mereka membiarkan dirinya ditelan ketidakbahagian begitu saja, begitu lama, hingga lupa caranya meraih dengan benar.
Mereka mentertawakan diri dengan cara yg sinis sekali. Pesimistik! Sedangkan Aku? I am blessed with the ability to laugh at myself, to be exact, to laugh at mistakes that were made by myself. So I can go on... leaving the problem behind. is that called Optimistic? I dont think I am a Optimistic nor a Pesimistic either. I am standing Right in the middle of it.
I am blessed with the ability to cry. Whenever it reaches the line, I simply cry, cry and cry... untill the weigh on my shoulder's gone. I let them go, so I can go on living and laugh again.
tapi Mereka? Nina dan Yudha lebih memilih tidak melepaskan ketidakbahagiaan itu dengan cara memendamnya begitu dalam. Tanpa disadari, kekosongan itu mencapai tingkat Kronis hingga mereka terpenjara oleh hal yg mereka buat sendiri (ketidakbahagian itu).
To Me, They have never find themselves, Ga kenal dirinya sendiri. Seperti lagu "Never been to me", sepotong liriknya : "I have been to Paradise, BUT I have never been to me".
Poor them!
Ps. Dagungsta, who are you? aku udah ngeklik, liat profilemu, tapi You hide it...
to Meta, silakan klik gambarnya, otomatis akan mucul webnya.
To Viga, kode tangan ya? alfabet jari tuh..






