rindu lukisan mata suratan hatiku nan merindu
rindu bayangan nan meliputi paras sari wajahmu
mengapa membisu seribu basa
mengapa membisu seribu katamungkinkah bulan merindukan kumbang
dapatkah kumbang mencapai rembulanrindu katakan rindu usah kau malu karena asmara
risau engkau dik risau akupun maklum maksud tak sampai
rindu hatimu akupun demikian
rindu sudah nasib untung di badan
Pertama denger lagu ini waktu smp dulu,
duh, suka deh...
nadanya itu lho!
tapi...
kenapa terus menerus ada di kepalaku belakangan ini?
Rindu? pada siapa?
Pada sang bulan di atas sana?
Rindu akan seseorang yang akan kupanggil "honey"?
Siapakah pangeran yang akan membebaskan aku dari penjara kesepian?
Adakah dia sedang mencari jalan menembus hutan belukar yang penuh dengan duri?
Ataukah sedang berperang melawan Rintangan terakhir dan terbesarnya, sang Naga?
Hmmm....
ah... kok jadi ngelamun gini..

No comments:
Post a Comment