Inna lillahi wa inna ilahi raji'un
I was awaken this morning, and told by Mom that Nini An, my Grand Aunty, was dead.
So we went to Meruya.
Waktu kita dtg, Nini baru mau dimandiin.
I saw her body being laid on her bed in her room covered with batik.
And I didnt sense sadness from others but a few...
I watched them people from my seat. They werent really sad.
Biasa aja gitu lho! Funny eh?
Not really, Nini An, yg menurutku baik walaupun agak galak, tidak dekat dengan cucu2nya sendiri. Dan mereka menerima kabar itu tanpa ada tangisan.
Ok, mungkin saja mereka malah merasa lega karena Nini(84 thn) udah sakit jauh sebelum ini, sampe saat2 akhirnya tidak bisa jalan, makanan lgsg dimasukin ke lambung melalui selang. Lega seperti yg aku rasain waktu Aki Papih meninggal dulu.
Tapi bukan jg, lebih tepat lagi karena tidak ada kedekatan itu.
I could sense it.
Ah, enough talking about that.
Nini An sayang,
Semoga Amalanmu diterima oleh Allah SWT.
Semoga Dosa2mu diampuni oleh-Nya.
Bahagia bersua kembali dengan Aki ya...
Kutitipkan salam sayangku kepada Aki-aki dan Nini-nini yang udah duluan di sana.
Assalamu'alaikum Ya Nini.
Sampai Jumpa lagi nanti tatkala Malaikat mencabut nyawaku...
Sunday, November 18, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment